TUGAS MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH

Tabel

Kisi – kisi Tes Prestasi Belajar Siswa

No

Pokok Bahasan

No.Soal

Kategori Kognitif

Jlh.

C1 C2 C3 C4 C5 C6

1

2

3

4

5

1

Proses Perluasan Kekuasaan colonial di Kepulauan Indonesia

01

02

03

04

v     -     -     -     -    -

v     -     -     -     -    -

-     -     -     v     -    -

-     -     -     -     -    v

1

1

1

1

2                 1          1 4

2

Perubahan Ekonomi dan Demografi di Berbagai Daerah Indonesia dari abad ke-19 sampai Pengaruh Pertama Abad ke-20

05

06

07

-     v     -      -     -    -

-     -     -      v     -    -

-     -     -      -     v    -

1

1

1

1           1      1 3

3

Kehidupan sosial Budaya Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonial

08

09

10

v     -     -      -     -    -

-     -     -      -     v    -

-     -     -      -     v    -

1

1

1

1                         2 3

Soal :

1. Ekspedisi Spanyol ke dunia timur yang pertama tiba di Maluku dipimpin oleh….

a. Bartholomeus Diaz

b. Cornelis de Houtman

c. Juan Sbastian del Cano

d. Alfonso de Albuquerque

e. Vasco de Gama

2. Orang Eropa yang pertama kalinya berhasil berlayar mengelilingi dunia adalah….

a. Marco Polo

b. James Brook

c. Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyzer

d.Vasco de Gama dan Bartholomeus Diaz

e. Magelhaens dan Del Cano

3. Salah satu factor yang meyebabkan timbulnya Revolusi Industri adalah….

a. keberhasilan perjuangan kaum bangsawan

b. suksesnya perjuangan rakyat

c. kesulitan eknomi di Eropa

d. perkembangan industri pertanian

e. penemuan alat-alat baru diberbagai bidang kehidupan

4. Dampak negative akibat Revolusi Industri adalah….

a. penduduk kehilangan lapangan pekerjaan

b. makin meluasnya daerah pemasaran

c. terolahnya seluruh bahan mentah

d. hlangnya kapitalisme

e. lemahnya imprealisme

5. Pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1830 menyelengarakan sistem Tanam Peksa karena….

a. merupakan cara terbaik untuk mengisi kas pemerintah

b. disanggap dapat mengatasi krisis keuangan Negari jajahan

c. merupakan salah satu ketentuan dalam kongres wina

d. telah dijalankan oleh raja-raja di Jawa sebelum kedatangan Belanda

e. disetujui oleh pemerinyah Hindia Belanda menyejahterakan rakyat pribumi

6. Pada tahun 1870 Pemerintah Hindia Belanda mengahapuskan sistem Tanam Paksa karena….

a. atas persetujuan pemerintah Hindia Belanda dan penguasa Pribumi

b. tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari sistem tersebut

c. harga tanaman yang dihasilkan sistem tersebut sangat merosot

d. tidak sampai hati elihat penderitaan rakyat Indonesia

e. mendapat desakan dari golongan Liberal Belanda

7. Usaha pertama kali dilakukan untuk mengisi kas Negara Belanda yang kosong akibat peperangan ialah dengan kebijakan….

a. Sistem Pintu terbuka di daerah jajahan

b. Sistem Sewa Tanah di Indinesia

c. Sistem Tanam Pakasa di Indonesia

d. Meminjam dana dari Negara lain

e. Meneksploitasi kekayaan alamnya sendiri

8. Tokoh Belanda yang melakukan reorganisasi sistem Birokrasi di Indonesia pada tahun 1874 adalah….

a. Van den Capellen

b. Johanes van den Bosch

c. Van de Puttle

d. Buyskes

e. Ellout

9. Pelaksaan Politik Pintu Terbuka menyebabkan di Indonesia….

a. kehidupan masyarakat lebih makmur

b. banyak pengusah swasta assign yang menanamkan modalnya

c. terjadi perebutan kekuasaan di antara bangsa Eropa

d. kekurangna sumber kekayaan alam

e. pembangunan politik, sosial, dan budaya maju pesat

10. Kedudukan perempuan Indonesia pada masa awal pemerintah kolonial Belanda ….

a. mendapat kedudukan di pemerintahan

b. mempunyai hak sama dengan pria

c. terpingirkan dalam kehidupan masyarakat

d. memperoleh pendidikan yang layak

e. sejajar dengan perempuan Eropa lainya

kunci jawaban:

  1. d
  2. e
  3. e
  4. a
  5. a
  6. e
  7. c
  8. c
  9. b
  10. c

Menghitung Validitas dan Reliabilitas

No

Nama

Skor (soal)

X

Ganjil

Y

genap

ganjil

genap

X.Y

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Iwan

Isam

Dodi

Nurul

Vida

Madi

Anton

Ida

Mia

Novy

1

1

1

0

1

0

1

0

1

1

1

1

0

0

0

1

1

0

1

0

1

0

1

0

1

0

1

0

0

1

0

1

0

0

0

0

1

1

1

0

1

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

1

1

1

1

1

1

1

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

1

0

1

1

1

1

1

1

1

0

1

1

0

0

0

0

1

0

0

1

0

1

0

0

0

1

1

0

0

0

1

0

3

2

3

0

3

0

2

2

3

3

2

4

2

3

3

3

4

2

4

1

9

4

9

0

9

0

4

4

9

9

4

16

4

9

9

9

16

4

16

1

6

8

6

0

9

0

8

4

12

3

10 7 5 5 4 3 7 3 9 3 3

21

28

57

88

56

Menghitung Validitas mengunakan rumus Prodac Momen Korelasi dengan Angka Kasar

rxy =   N ∑XY – (∑X) (∑Y)

√ ( N ∑X² – (∑X)² ) × ( N∑Y² – (∑Y)² )

Keterangan :

rxy      : Validitas

N         : Jumlah siswa

rxy =   10 x 56 – (21) (28)

√ ( 10 x 57 – (21)² ) × ( 10 x 88 – (28)² )

rxy =   560 – 588

√ ( 579 – 441 ) × ( 880 – 784 )

rxy =   -28

√ ( 138 ) × ( 96 )

rxy =   -28

√ 13248

rxy =   -28

115,099

rxy = -0,24

Perhitungan Reliabilitas dengan pembelahan ganjil-genap

r11 = 2 r½½

(1+ r½½ )

r11=    2 x -0,24

1+ -0,24

r11 =    -0,48

-1,24 (minus di tiadakan) menjadi 1,24

r11 = -0,387

Komentar bertahan »

HILANGNYA EKSISTENSI KEBUDAYAAN SUNGAI ORANG BANJAR

Di wilayah Banjarmasin, orang banjar begitu akrab dengan sungai karena pada stiap tepian sungainya terdapat perkampungan. Rumah-rumah yang dibangun ditepian sungai itu disebut dengan lanting, tapi sayangnya sekarang ini rumah lanting hampir tidak ada lagi. Pola kehidupan ini terbentuk sesuai kondisi geografis sungai yang melahirkan kebudayaan sungai. Kebudayaan merupakan tempat untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan alam agar dapat mempertahankan kehidupannya. Dalam kehidupan manusia, perubahan kebudayaan sangatlah wajar karena perubahan itu didasari dari kondisi lingkungan masyarakatnya sendiri.
Pada zaman dulu kebudayan Banjar berkembang dari kehidupan sungai, mereka mendirikan rumah sesuai dengan kondisi lingkungannya. Semua rumah yang dibangun dipinggir sungai haruslah menghadap ke sungai. Namun dengan seiringnya waktu, perubahan pun terjadi dalam tata nilai orang Banjar, budaya sungai mengalami pergeseran, sehingga sungai tidaklah suatu hal yang penting dalam kehidupan mereka. Sekarang ini orang Banjar lebih banyak membuat rumah mereka diatas sungai, sehingga membuat sungai semakin sempit. Selain itu apabila musim hujan datang maka sungai tidak dapat lagi menampung banyaknya air yang mengakibatkan banjir. Sungai ini juga akan mengalami pendangkalan akibat banyaknya orang membuang sampah sembarangan karena sungai sudah tertutupi oleh rumah, jembatan yang dibangun tidak sesuai dengan kriterianya dan pembuatan jalan-jalan darat.
Masyarakat Banjar secara garis besarnya tidak memandang sungai sebagai suatu hal yang perlu dipelihara dan dijaga lagi. Kehidupan masyarakatnya mulai bergeser, yang dulunya sungai merupakan hal yang terpenting sekarang ini tidak berarti lagi bagi mereka. Hal ini membuat budaya sungai tidak dipelihara dan dilestarikan, selain itu budaya sungai pada zaman sekarang ini bukan lagi bagian dari tatanan nilai masyarakat Banjar.

Komentar (1) »

KOMENTAR MK. ANTROPOLOGI

MENULIS MANUSIA PURBAKALA

 

By Farida Ariyani on Jun 10, 2008 | Reply

ass….
manusia purbakala yaaaa manusia yang ngga bisa nulis.jadi kalau ada manusia jaman sekarang yang ngga bisa nulis yaaaa manusia purbakala namanya.
wss…….

 

 MENULIS MANUSIA PRASEJARAH

 

By Farida Ariyani on Jun 10, 2008 | Reply

Ass…
Manusia prasejarah manusia yang belum mengenal tulisan atau belum bisa menulis,dan manusia yang sudah bisa menulis di katakan manusia yang sudah masuk ke dalam jaman sejarah.seperti sekarang ini di sebut sebagai jaman sejarah tapi kok banyak yang ngga bisa nulis.katanya manusia sejarah kok ngga nulis.
wss……

 

UNSUR – UNSUR KEBUDAYAAN

 

By Farida Ariyani on Apr 14, 2008 | Reply

Ass EWA……
Budaya dan unsur-unsurnya merupakan dua bagian yang terpisahkan kerena tanpa unsur-unsur pendukungnya maka budaya akan mengalami suatu proses stagnanisasi dan akhirnya musnah. Masing-masing budaya juga tentunya memiliki unsur-unsur yang berbeda, misalnya dalam segi religi dan kesenian budaya Banjar kita mengenal adanya budaya baayun mulud yang tentunya tidak kita dapatkan dalam budaya Bali. Masing-masing daerah memiliki corak budaya yang khas. Adalah tugas kita melestarikan budaya-budaya tersebut yang merupakan kekayaan bangsa ini agar tidak hilang seiring dengan perkembangan zaman.
Wasalam……

 

INOVASI

 

By Farida Ariyani on Apr 9, 2008 | Reply

Ass. . . .
Inovasi merupakan suatu pembaruan kebudayaan yang khususnya mengenai unsur teknologi dan ekonomi, dimana sumber-sumber alam, energi, maupun modal diperlukan agar dapat memperoleh produk-produk baru. Proses inovasi ini, sangat erat kaitannya dengan penemuan baru dalam teknologi dan pastinya memerlukan proses waktu yang panjang yang melalui dua tahap khusus yaitu discovery dan invention.
Discovery merupakan penemuan dari unsur kebudayaan baru, baik berupa alat baru, ide baru yang diciptakan oleh seorang induvidu. Proses dari discovery sampai investot tidak hanya memerlukan seorang pencipta tetapi terdiri dri beberapa pencipta. Pada saat suatu penemuan menjadi investor,proses penemuan itu belumlah selesai.
Dalam suatu penemuan baru, pasti ada faktor pendorongnya antara lain kesadaran individu akan kekurangan dalam kebudayaan, mutu dari keahlian dalam kebudayaan dan system perangsang bagi aktivitas mencipta dalam masyarakat. Jadi inovasi merupakan suatu proses atau kegiatan dalam menemukan suatu yang baru. Inovasi ini tidak jauh beda dengan evolusi tetapi dalam proses inovasi induvidunya bersifat aktif, sedangkan evolusi individunya bersifat pasif.
Wslm. . . .

 

ASIMILASI

 

By Farida Ariyani on Mar 31, 2008 | Reply

Ass. . . .
Asimilasi merupakan salah satu bagian dari perkembangan budaya. Dimana asimilasi ini diawali dari kontak sosial antar sesama manusia dan proses asimilasi terjadi dengan sendirinya. Pada saat asimilasi terjadi, kebudayaan akan mengalami pergeseran secara bertahap. Dalam proses ini sebenarnya tidak ada paksaan karena asimilasi terjadi secara alami dan hasrat manusia yang selalu ingin melakukan perubahan. Sehingga pada akhirnya akan melahirkan suatu kebudayaan baru yang memiliki ciri khas baru.
Wassalam. . . .

 

AKULTURASI

 

By Farida Ariyani on Mar 31, 2008 | Reply

Ass. . . .
Terjadinya akulturasi sebagai akibat dari adanya kontak sosial antar manusia yang memiliki perbedaan budaya. Dari perbedaan budaya ini kemudian terjadi percampuran budaya yang pada akhirnya akan melahirkan kebudayaan baru, tetapi tidak selamanya proses akulturasi berjalan dengan lancar karena tidak semua manusia menerima kedatangan budaya baru yang mereka anggap tidak sesuai dengan budaya mereka, tetapi pada dasarnya budaya akan terus mengalami perkembangan.
Wassalam. . . .

 

PENYEBARAN UNSUR – UNSUR KEBUDAYAAN

 

By Farida Ariyani on Mar 19, 2008 | Reply

Ass…
Unsur-unsur kebudayaan tersebar melalui berbagai cara,baik secara langsung maupun tidak langsung,salah satunya melalui budaya asing yang secara langsung mudah masuk dan mempengaruhi budaya kita.Misalnya saja cara berpakain yang mengabaikan budaya kesopanan bangsa kita.Sehingga Dalam hal ini kita perlu memilih dan menyaring budaya yang pantas kita ambil dan budaya yang harus kita tinggalkan,agar budaya kita tidak luntur akibat budaya asing.
Wslm…

 

KEPRIBADIAN PENGANTAR POPULAR

 

By Farida Ariyani on Mar 7, 2008 | Reply

Ass….
Menurut pendapat saya,manusia merupakan makhluk individu yang unik.Dimana dalam kepribadian seorang individu terdapat pengetahuan,perasaan dan naluri.
Manusia merupakan makhluk yang berbeda dengan binatang,walaupun ada sifat dari binatang yang sama dalam diri manusia yaitu naluri,tetapi manusia menggunakan naluri untuk mengembangkan pengetahuannya.Sedangkan binatang hanya menggunakan naluri dalam kehidupannya.
Wslm….

 

PROSES BELAJAR KEBUDAYAAN

 

By Farida Ariyani on Mar 3, 2008 | Reply

Ass…
Kebudayaan merupakan hasil keseluruhan pemikiran manusia,dimana kebudayaan itu berasal dari kepribadian individu.Kebudayaan diperoleh dari pemikiran setiap individu dan juga aktivitas manusia yang menghasilkan budaya. Dimana antara pemikiran, aktivitas dan hasil tersebut saling mendukung.
Wslm…

 

KEBUDAYAAN KORUPSI

 

By Farida Ariyani on Feb 28, 2008 | Reply

Ass…
Menurut pendapat saya,memang benar apa yang dikatakan pa Ersis tentang kebudayaan korupsi itu suada ditanamkan pada kita sejak kita masih kecil.Kebudayaan itu sudah menjadikan pikiran, aktivitas, dan hasil karya kita terkontaminasi akibat suatu yang ditanamkan sejak kita masih kecil. Gambaran dari kebudayaan itu menjelaskan tentang tiga wujud kebudayaan yaitu pikiran, aktivitas, dan hasilnya dimana ketiga wujud kebudayaan tersebut saling berkaitan satu sama lainnya.
Wslm…

 

 

 

 

 

Komentar (2) »

MENGUNGKAP TABIR HARI KEBANGKITAN NASIONAL 20 MEI 1908

Budi Utomo adalah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.Adapun Latar Belakang berdirinya organisasi Budi Utomo yaitu lahir dari pertemuan-pertemuan dan diskusi yang sering dilakukan di perpustakaan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen oleh beberapa mahasiswa, antara lain Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Mereka memikirkan nasib bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain (Belanda), serta bagaimana cara memperbaiki keadaan yang amat buruk dan tidak adil itu. Para pejabat pangreh praja (sekarang pamong praja) kebanyakan hanya memikirkan kepentingan sendiri dan jabatan. Dalam praktik mereka pun tampak menindas rakyat dan bangsa sendiri, misalnya dengan menarik pajak sebanyak-banyaknya untuk menyenangkan hati atasan dan para penguasa Belanda.Para pemuda mahasiswa itu juga menyadari bahwa orang-orang lain mendirikan perkumpulan hanya untuk golongan sendiri dan tidak mau mengajak, bahkan tidak menerima, orang Jawa sesama penduduk Pulau Jawa untuk menjadi anggota perkumpulan yang eksklusif, seperti Tiong Hoa Hwee Koan untuk orang Tionghoa dan Indische Bond untuk orang Indo-Belanda. Pemerintah Hindia Belanda jelas juga tidak bisa diharapkan mau menolong dan memperbaiki nasib rakyat kecil kaum pribumi, bahkan sebaliknya, merekalah yang selama ini menyengsarakan kaum pribumi dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang sangat merugikan rakyat kecil.Para pemuda itu akhirnya berkesimpulan bahwa merekalah yang harus mengambil prakarsa menolong rakyatnya sendiri. Pada waktu itulah muncul gagasan Soetomo untuk mendirikan sebuah perkumpulan yang akan mempersatukan semua orang Jawa, Sunda, dan Madura yang diharapkan bisa dan bersedia memikirkan serta memperbaiki nasib bangsanya. Perkumpulan ini tidak bersifat eksklusif tetapi terbuka untuk siapa saja tanpa melihat kedudukan, kekayaan, atau pendidikannya.Pada awalnya, para pemuda itu berjuang untuk penduduk yang tinggal di Pulau Jawa dan Madura, yang untuk mudahnya disebut saja suku bangsa Jawa. Mereka mengakui bahwa mereka belum mengetahui nasib, aspirasi, dan keinginan suku-suku bangsa lain di luar Pulau Jawa, terutama Sumatera, Manado, dan Ambon. Apa yang diketahui adalah bahwa Belanda menguasai suatu wilayah yang disebut Hindia (Timur) Belanda (Nederlandsch Oost-Indie), tetapi sejarah penjajahan dan nasib suku-suku bangsa yang ada di wilayah itu bermacam-macam, begitu pula kebudayaannya. Dengan demikian, sekali lagi pada awalnya Budi Utomo memang memusatkan perhatiannya pada penduduk yang mendiami Pulau Jawa dan Madura saja karena, menurut anggapan para pemuda itu, penduduk Pulau Jawa dan Madura terikat oleh kebudayaan yang sama.Sekalipun para pemuda itu merasa tidak tahu banyak tentang nasib, keadaan, sejarah, dan aspirasi suku-suku bangsa di luar Pulau Jawa dan Madura, mereka tahu bahwa saat itu orang Manado mendapat gaji lebih banyak dan diperlakukan lebih baik daripada orang Jawa. Padahal, dari sisi pendidikan, keduanya berjenjang sama. Itulah sebabnya pemuda Soetomo dan kawan-kawan tidak mengajak pemuda-pemuda di luar Jawa untuk bekerja sama, hanya karena khawatir untuk ditolak.Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa “kaum tua”-lah yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu.Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan “priayi” atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.silihat dari perkembangannya Budi Utomo mengalami fase perkembangan penting saat kepemimpinan Pangeran Noto Dirodjo. Saat itu, Douwes Dekker, seorang Indo-Belanda yang sangat properjuangan bangsa Indonesia, dengan terus terang mewujudkan kata “politik” ke dalam tindakan yang nyata. Berkat pengaruhnyalah pengertian mengenai “tanah air Indonesia” makin lama makin bisa diterima dan masuk ke dalam pemahaman orang Jawa. Maka muncullah Indische Partij yang sudah lama dipersiapkan oleh Douwes Dekker melalui aksi persnya.Perkumpulan ini bersifat politik dan terbuka bagi semua orang Indonesia tanpa terkecuali. Baginya “tanah air” (Indonesia) adalah di atas segala-galanya.Pada masa itu pula muncul Sarekat Islam, yang pada awalnya dimaksudkan sebagai suatu perhimpunan bagi para pedagang besar maupun kecil di Solo dengan nama Sarekat Dagang Islam, untuk saling memberi bantuan dan dukungan. Tidak berapa lama, nama itu diubah oleh, antara lain, Tjokroaminoto, menjadi Sarekat Islam, yang bertujuan untuk mempersatukan semua orang Indonesia yang hidupnya tertindas oleh penjajahan. Sudah pasti keberadaan perkumpulan ini ditakuti orang Belanda. Munculnya gerakan yang bersifat politik semacam itu rupanya yang menyebabkan Budi Utomo agak terdesak ke belakang. Kepemimpinan perjuangan orang Indonesia diambil alih oleh Sarekat Islam dan Indische Partij karena dalam arena politik Budi Utomo memang belum berpengalaman.Karena gerakan politik perkumpulan-perkumpulan tersebut, makna nasionalisme makin dimengerti oleh kalangan luas. Ada beberapa kasus yang memperkuat makna tersebut. Ketika Pemerintah Hindia Belanda hendak merayakan ulang tahun kemerdekaan negerinya, dengan menggunakan uang orang Indonesia sebagai bantuan kepada pemerintah yang dipungut melalui penjabat pangreh praja pribumi, misalnya, rakyat menjadi sangat marah.Kemarahan itu mendorong Soewardi Suryaningrat (yang kemudian bernama Ki Hadjar Dewantara) untuk menulis sebuah artikel “Als ik Nederlander was” (Seandainya Saya Seorang Belanda), yang dimaksudkan sebagai suatu sindiran yang sangat pedas terhadap pihak Belanda. Tulisan itu pula yang menjebloskan dirinya bersama dua teman dan pembelanya, yaitu Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo ke penjara oleh Pemerintah Hindia Belanda (lihat: Boemi Poetera). Namun, sejak itu Budi Utomo tampil sebagai motor politik di dalam pergerakan orang-orang pribumi.Agak berbeda dengan Goenawan Mangoenkoesoemo yang lebih mengutamakan kebudayaan dari pendidikan, Soewardi menyatakan bahwa Budi Utomo adalah manifestasi dari perjuangan nasionalisme. Menurut Soewardi, orang-orang Indonesia mengajarkan kepada bangsanya bahwa “nasionalisme Indonesia” tidaklah bersifat kultural, tetapi murni bersifat politik. Dengan demikian, nasionalisme terdapat pada orang Sumatera maupun Jawa, Makassar maupun Ambon.Pendapat tersebut bertentangan dengan beberapa pendapat yang mengatakan bahwa Budi Utomo hanya mengenal nasionalisme Jawa sebagai alat untuk mempersatukan orangJawa dengan menolak suku bangsa lain. Demikian pula Sarekat Islam juga tidak mengenal pengertian nasionalisme, tetapi hanya mempersyaratkan agama Islam agar seseorang bisa menjadi anggota.Namun, Soewardi tetap mengatakan bahwa pada hakikatnya akan segera tampak bahwa dalam perhimpunan Budi Utomo maupun Sarekat Islam, nasionalisme “Indonesia” ada dan merupakan unsur yang paling penting.

 

 

Komentar (1) »

PERATURAN TATA TERTIB FKIP

Setiap lembaga atau khususnya perguruan tinggi pastilah mempunyai suatu peraturan atau tata tertib yang di buat dengan tujuan untuk dapat di jalan kan atau di perhatikan oleh orang yang berada di dalam ruang lingkup lembaga pendidikan tersebut. Begitu hal nya di lembaga perguruan tinggi Unlam seperti fakultas pendidikan dan ilmu keguruan, di dalam lembaga ini terdapat banyak peraturan-peraturan tata tertib yang harus di patuhi dan di taati oleh semua orang yang berada di dalam lingkungan tersebut, tetapi ada macam-macam peraturan yang mana peraturan itu harus di taati oleh semua instansi, dosen dan mahasiswa. Peraturan itu hanya untuk instansi yang ada di FKIP saja, hanya untuk para setap pengajar (dosen) atau peraturan yang hanya di khususkan untuk mahasiswa saja, tetapi dalam pembahasan ini akan di khususkan mengenai peraturan atau tata tertib untuk mahasiswa yang mana peraturan nya di pajang di stiap ruang kulih dengan berbingkaikan kayu dengan kaca seolah-olah peraturan itu sangat berharga dan tinggi nilainya, namun kalau dipikir-pikir memang demikian pada hakekatnya, tetapi kini yang menjadi permasalahan apakah peraturan itu sudah terlaksana aplikasinya atau di jalan kan oleh para mahasiswa??? Baik peraturan mengenai tata tertib dan perkuliahan misalnya dilarang datang terlambat, maupun makan dan minum di ruang kulih. Selain itu peraturan dalam berpakaian yang mana di haruskan memakai pakaian rapi dan tidak diperbolehkan menggunakan celana jins yang sobek-sobek. Setiap mahasiswa haruslah memiliki sopan santun dalam pergaulannya, dll.

Komentar (1) »

PASAR TERAPUNG

Pasar Terapung merupakan salah satu bentuk pola interaksi jual-beli masyarakat yang hidup di atas air. Para pedagang dan pembeli malakukan aktivitas jual-beli di atas Jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini dimulai setelah shalat Subuh dan akan berakhir ketika matahari telah beranjak naik atau sekitar jam 9 pagi. Apabila lewat dari jam tersebut, maka sudah dapat dipastikan bahwa pasar bakal sepi, karena para pedagang akan berpencar menyusuri sungai-sungai kecil, untuk menjual barang dagangnya ke penduduk yang rumahnya berada di bantaran sungai.

Pasar terapung ini sudah ada lebih dari 400 tahun lalu, dan merupakan sebuah bukti aktivitas jual-beli manusia yang hidup di atas air. Seperti halnya pasar-pasar yang ada di daratan, di atas pasar terapung ini juga dilakukan jual beli barang seperti sayur-mayur, buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Pembelian dari tangan pertama disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Di pasar ini, pengunjung dapat menyaksikan transaksi jual-beli yang dilakukan secara tradisional, yaitu dengan cara barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk. Namun sayangnya, kondisi aktraktif aktivitas jual-beli di atas perahu tersebut semakin lama semakin pudar pamornya, baik karena jumlah-jumlah pedagang yang semakin sedikit, sikap penjual yang tidak lagi cukup bersahabat, ataupun kurangnya dukungan dari pemerintah kota Banjarmasin. Kebijakan pemerintah membangun pasar di darat dekat dengan Pasar Terapung Kuin dan pembangunan ratusan jembatan rendah yang menghalangi akses lalu lintas sungai, baik langsung atau tidak, merupakan salah satu penyebab semakin memudarnya aktivitas jual-beli di pasar terapung ini.

Mengunjungi Pasar Terapung Muara Kuin akan memberikan kenangan tak terlupakan tentang bagaimana masyarakat yang hidup di atas air memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, pengunjung juga akan mengetahui pola transaksi jual-beli yang telah berumur lebih dari 400 tahun. Oleh karena pasar ini telah menjadi saksi bisu perjalanan aktivitas ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan. Suasana berdesak-desakan antara perahu besar di pasar terapung ini cukup unik dan khas. Para pengemudi jukung dengan mahirnya mengayuh dan mengejar pembeli atau penjual yang berseliweran kian kemari dan perahu mereka kerap oleng dimainkan gelombang Sungai Barito. Bagi wisatawan yang datang dari kota-kota besar, akan merasakan sensasi tersendiri ketika mengamati pedagang wanita dengan topi lebarnya berperahu menjual hasil kebun atau makanan olahannya sendiri. Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pada pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung, pembagian pedagang berdasarkan barang dagangan, dan tempat berjualan yang selalu berpindah-pindah. Bagi pengunjung yang hanya ingin bersantai, bisa menikmati secangkir teh atau kopi, ditambah dengan makanan/kue khas Banjar, sambil menikmati goyangan ombak yang menerpa klotok yang ditumpangi. Pengunjung juga dapat menyaksikan rumah-rumah terapung (Rumah Lanting) yang berada di sepanjang pinggiran sungai.

Pasar Terapung Muara Kuin terletak di aliran sungai Barito, tepatnya di muara Sungai Kuin, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Bajarmasin, Kalimantan Selatan. Jika berangkat dari pusat kota Banjarmasin dengan menggunakan perahu mesin atau yang biasa disebut klotok, diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk menuju pasar yang berada di aliran Sungai Barito tersebut. Jika ingin lebih cepat sampai, pengunjung dapat menggunakan angkutan darat dengan menempuh rute Kota Banjarmasin-desa Alalak. Dari desa Alalak menuju lokasi Pasar Terapung yang jaraknya tidak begitu jauh pengunjung bisa mencarter klotok dengan harga Rp 70 ribu (tergantung bisa tidaknya pencarter malakukan tawar menawar). Dengan menyewa klotok, pengunjung tidak hanya bisa menyaksikan aktivitas di floating market tetapi juga bakal diajak berwisata ke Pulau Kembang.

Di pasar terapung ini tersedia tempat penyewaan perahu klotok, rumah makan, warung-warung penjual makanan dan minumana ringan. Selain itu, di pasar ini para pengunjung dapat bermalam di Rumah-Rumah Lanting yang berjejer di pinggir sungai.

Komentar (1) »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1) »